Header Ads

Header Ads
Selamat Datang di Website www.suarabamega25.com " KOMITMEN KAMI MEMBANGUN MEDIA YANG AKURAT DAN BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT " Alamat Redaksi Jl. Berangas KM. 2.5 No. 20 RT. 05 Desa Batuah Kotabaru Kalsel, Contact Mobile : 0812-5317-1000 / 0821-5722-6114.

POLITIK DAN PERANGKAP ALGORITMA Oleh: Noorhalis Majid


Suarabamega25.com - Soal apa yang sering kamu cari di internet atau media sosial, hal seputar itulah yang selalu muncul di layar hape. Kalau sering mencari berita politik, segala soal tentang politik akan hadir tanpa diminta. Suka otomotif, berbagai dunia otomotif tersaji. Pun kalau yang diminati soal tanaman atau tumbuh-tumbuhan, segala soal terkait itu akan hadir. Itulah yang dimaksud algoritma. 

Kalau di hape selalu tampil berita dan kabar penuh kebencian serta kekerasan, boleh jadi karena kita memang suka atau pernah membuka berita atau konten terkait kebencian dan kekerasan.  

Internet atau media sosial, memberlakukan hukum algoritma kepada kita. Awalnya bertujuan untuk memudahkan proses pencarian hal sejenis yang disukai, tapi kemudian terperangkap dalam algoritma tersebut. 

Perangkap tersebut melahirkan apa yang disebut dengan “ruang gema”, yaitu menghubungkan dengan orang-orang yang sama minat dan perhatiannya. Tanpa disadari terkoneksi – tersambung dengan orang-orang satu pemikiran, satu selera dan bahkan satu cara pandang. Terbentuklah “sirkel”, perkawanan satu pemahaman, dan mengeliminasi yang berbeda.

Politik pada dunia internet dan media sosial juga demikian, berlaku hukum algoritma. Kalau menyukai berita atau konten yang suka menghujat calon atau pigur tertentu, baik itu partai maupun capres, maka yang tersaji informasi serta konten-konten yang serupa. Sehingga puluhan bahkan ratusan informasi sejenis penuh kebencian tersebut, mendominasi – bahkan memenuhi halaman informasi. Dihujani informasi yang buruk, lahir satu kesimpulan, bahwa calon bersangkutan memang jahat. 

Setelah itu, pasti akan terhubung dengan kelompok atau sirkel orang yang satu pemahaman dan sama-sama membenci calon yang dipersepsi sangat jahat tadi. Isi percakapan dalam group seleranya sama, penuh kebencian, hujatan dan buruk sangka.

Tidak sempat lagi memilah, mengkonfirmasi bahkan mencerna dengan nalar yang sehat, apakah berita yang dikonsumsi benar atau hoax, sebab sudah terperangkap hukum algoritma. Rugi!. 

Tidak ada komentar: