Puncak Haul Ke 5 ,Guru Zuhdinoor Kalimantan Selatan, 25 Februari 2025
Suarabamega25.com, Banjarmasin - Diperkirakan ratusan ribu jamaah akan hadir di puncak haul ke 5 pada Selasa malam (25/2).
DI berbagai sudut, sekitar kawasan Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, kemudian Kelurahan Antasan Kecil Timur, Sungai Jingah dan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, nampak dipenuhi oleh jamaah yang hadir.
Mulai dari di tengah jalan raya, atas jembatan, bawah kolong, hingga gang-gang kecil dan bahkan sampai di dalam rumah warga, jamaah turut larut dalam lantunan doa-doa.
Puluhan ribu jamaah Haul KH Ahmad Zuhdiannoor mulai padati Kawasan 3 Kelurahan di Banjarmasin.
Jamaah yang hadir pun tidak perlu merisaukan masalah makan dan minum. Setiap jalan yang dilewati, ada saja posko-posko relawan yang membagikan nasi bungkus, snack, hingga air minum.
Menurut penuturan salah seorang relawan yang berjaga di zona 1 (di kawasan sekitar Masjid Jami Sungai Jingah), para jamaah sudah mulai berdatangan sedari Jumat (21/2)
Persiapan Haul ke-5 ulama kharismatik KH Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi di Masjid Jamia Sungaijingah, Banjarmasin, pada Selasa, 25 Februari 2025 terus dimatangkan oleh panitia dari Majelis Tabarruk (Majta) Banjarmasin.
Ketua Majta Banjarmasin, Nidauddin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memastikan kenyamanan serta keamanan lebih dari 100 ribu jemaah yang diperkirakan hadir. Sebanyak sembilan zona dengan 30 posko kesehatan telah disiapkan, serta 9.500 relawan diterjunkan untuk membantu jalannya acara. Panitia juga menyediakan layanan transportasi gratis dengan 220 pengangkut, mayoritasnya ojek online, guna mempermudah mobilitas jemaah.
Selain pengaturan lalu lintas dan fasilitas umum, panitia telah menyiapkan 55 ribu bungkus makanan yang akan didistribusikan melalui 56 dapur umum, serta memasang 90 proyektor dan empat videotron di titik strategis agar jemaah dapat mengikuti rangkaian haul.
Acara akan diawali dengan Salat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Maulid, nasyid, tahlil, dan doa yang dipimpin oleh Guru Asaduddin, adik kandung almarhum Guru Zuhdi. Demi kelancaran acara, panitia mengimbau jemaah untuk menjaga kebersihan dan tidak memasang foto almarhum di spanduk atau baliho. Jalur evakuasi juga telah disiapkan, termasuk opsi jalur air untuk keadaan darurat. Sekilas Guru Zuhdinoor.
KH Ahmad Zuhdiannoor atau yang akrab disapa Guru Zuhdi wafat di Jakarta pada Sabtu (2/5). Almarhum merupakan mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan. Ulama kharismatik KH Ahmad Zuhdiannoor wafat setelah menjalani perawatan kesehatan di Rumah Sakit Medistra sekitar pukul 6.35 WIB.
Ketua PWNU Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie menyampaikan duka mendalam atas wafatnya ulama kharismatik asal Alabio, Hulu Sungai Utara.
Haris menuturkan bahwa Guru Zuhdi merupakan pribadi yang sangat santun, sederhana dan tawadu. Kepada yang lebih tua, almarhum sangat hormat, sedang kepada yang muda ia selalu memberi teladan dan nasihat. “Saya banyak belajar tentang hidup dan kehidupan, dari beberapa kali mengikuti pengajian-pengajian yang dilaksanakan almarhum,” ujarnya.
Haris merasa sangat berkesan ketika sowan kepadanya sebagai ketua Gugus Covid-19 Kalimantan Selatan. Almarhum mengaku kepadanya akan patuh terhadap segala ketetapan pemerintah. “Sungguh pernyataan seorang ulama besar yang sangat menyejukkan dan mendidik.
Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjar Kalimantan Selatan Muhammad Bulkini menyampaikan bahwa almarhum lahir di Alabio pada Kamis 10 februari 1972 M bertepatan dengan 24 Dzulhijjah 1391 H.
Pada mulanya, ia berguru kepada ayahnya, KH Muhammad bkn H Jaferi al-Banjari, Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah 1986-1993. Selain berguru pada sang ayah, terang Bulkini, ia juga sempat menimba ilmu sebentar di Pondok Pesantren Al Falah Banjarbaru, kemudian karena sering sakit-sakitan, almarhum berhenti, dan melanjutkan pelajaran pada sang kakek di Alabio, KH Asli.
Setelah kakeknya wafat, ia melanjutkan pengembaraan pendalaman ilmunya kepada Muallim Syukur di Teluk Tiram, Banjarmasin.
Setelah wafat Muallim, almarhum meneruskan belajarnya kepada Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau masyhur dikenal dengan Abah guru Sekumpul.
Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini menilai KH Zuhdinoor adalah sosok yang memiliki kegigihan dalam memperjuangkan nilai Islam yang moderat. “Guru Zuhdi juga merupakan Mustasyar PWNU Kalimantan Selatan. Dakwah dan nasihatnya sangat menyejukkan umat,” kata Sekjen Helmy.
Dengan wafatnya Guru Zuhdi, menurut Sekjen Helmy, Indonesia dan umat Islam berduka karena kehilangan tokoh besar yang telah mendedikasikan pikiran dan untuk tegaknya ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Gagasan-gagasan keumatan Guru Zuhdi juga senantiasa menjadi salah satu rujukan penting bagi masyarakat Indonesia untuk tetap bersemangat menjaga ajaran Islam yang ramah. “Saya mengajak kepada msyarakat Indonesia, khususnya warga NU untuk meneladani kegigihan dan sikap-sikap arif yang dilakukan oleh beliau semasa hidup. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan keteladanan dari almarhum.
Bagi warga Kalsel, meninggalnya ulama yang biasa disapa Guru Zuhdi itu amatlah kehilangan mendalam. Dia mengajak seluruh warga banua mendoakan Guru Zuhdi. Sebagaimana diketahui, jasa dan pengorbanan beliau dalam mendakwahkan syiar Islam layak menjadi tauladan. Sebab adanya keseimbangan pembangunan fisik dan spiritual masyarakat Kalsel khususnya.
Mendengar kabar berantai dari media sosial, banyak masyarakat dan jamaah taklim menyambangi kediaman Guru Zuhdi di seputar kawasan Masjid Jami di Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara. Banyak anggota masyarakat atau jamaah yang datang ke kediaman Guru Zuhdi di kawasan Mesjid Jami di Antasan Kecil Timur, Banjarmasin Utara, untuk menunggu kedatangan dan melaksanakan penghormatan terakhir kepada Guru Zuhdi. Tak saja itu, masyarakat setempat pun menyambangi Masjid Kota Citra Banjarbaru. Pasalnya jasad Guru Zuhdi dimakamkan di Komplek pemakaman Kota Citra Graha KM 18 Banjarbaru.
Guru Zuhdi yang meninggal di Jakarta diberangkatkan ke Banjarmasin menggunakan pesawat Lion Air dan tiba di Bandara Internasinal Syamsudin Noor Banjarmasin diiringi turunnya hujan di kawasan tersebut.
Ribuan jemaah telah menunggu jenazah almarhum baik di Kompleks pemakaman Kota Citra Graha KM 18 Banjarbaru, kediaman di Kompleks Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin, serta di Masjid Jami tempat almarhum Guru Zuhdi selama ini menggelar pengajian setiap Sabtu malam.
Almarhum KH Ahmad Zuhdiannoor dimakamkan kompleks kediamannya di Kompleks Majta Sungai Jingah Banjarmasin dan pemakaman yang dihadiri ribuan jemaah pengajian almarhum itu dilaksanakan usai shalat Islam, Sabtu (2/5) malam.
Tidak ada komentar: