Airlangga Menghadap Langsung Prabowo
Suarabamega25.com, Jakarta - Ditengah badai "Resuffle", Menko Perekonomian dan Keuangan dipanggil Presiden RI,"Sore tadi, saya menghadap Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan perkembangan ekonomi nasional di Istana Merdeka," kata Airlangga, Jumat (21/3).
Hadir bersama, Menteri Sekretaris Negara Bapak Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Bapak Teddy Indrawijaya.
"Kepada Bapak Presiden saya melaporkan perkembangan terkini terkait kondisi perekonomian nasional, rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), serta sejumlah kerja sama ekonomi internasional," tambah Airlangga.
"Terkait kondisi perekonomian nasional, saya sampaikan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Pertumbuhan ekonomi secara spasial relatif baik, tingkat inflasi sampai Februari juga masih rendah di mana core inflation-nya positif. Indeks keyakinan konsumen PMI pada Februari tercatat tinggi di angka 53,6, pertumbuhan kredit Januari sebesar 10,3 persen, dan cadangan devisa akhir Februari juga berada pada level tinggi. Selain itu, neraca perdagangan Indonesia hingga Februari 2025 juga tercatat surplus sebesar USD 6,61 miliar, dengan nilai ekspor tertinggi mencapai USD 14 miliar pada Februari," sambung Airlangga.
"Terkait Kawasan Ekonomi Khusus Batang, Bapak Presiden menyatakan atensi beliau terhadap kerja sama Two Countries Twin Parks antara Indonesia dengan Fujian, Tiongkok. Kerja sama tersebut akan mendorong investasi industri di KEK Batang dengan rencana investasi sebesar Rp 16 triliun. Saya juga melaporkan perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa, Batam, dan Singhasari, Jawa Timur," jelas Airlangga.
"Bapak Presiden juga memberikan arahan terkait optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong pembiayaan sektor produktif," imbuh Menko.
"Terakhir, saya melaporkan progres sejumlah kerja sama perdagangan internasional. Di antaranya, persiapan finalisasi perjanjian kerja sama dengan Eurasian Economic Union (EAEU) yang melibatkan Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan," sambung Menko.
"Selain itu, proses aksesi Indonesia ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Dengan menindaklanjuti akses CPTPP diharapkan kita dapat membuka pasar untuk Meksiko, Kanada, Peru, dan Inggris," pungkas. (Aji)
Tidak ada komentar: